Obat Nyamuk Bakar RI Ternyata Laris Manis di Meksiko
MEDIANUSANOW - Di tengah gempuran produk kesehatan modern, obat nyamuk bakar buatan Indonesia justru menemukan pasar yang subur jauh dari rumahnya sendiri: Meksiko. Produk yang selama ini akrab di teras dan ruang keluarga masyarakat Indonesia itu diam-diam menjadi komoditas ekspor yang diminati di Amerika Latin.
Data perdagangan menunjukkan, ekspor obat nyamuk bakar (coil) Indonesia mencatat kinerja positif sepanjang 2025, dengan nilai mencapai sekitar US$8,2 juta atau setara Rp130 miliar pada semester pertama 2025. Dari angka tersebut, Meksiko muncul sebagai pasar terbesar, menyerap impor hingga US$7,53 juta, atau hampir seluruh nilai ekspor kategori ini.
Tingginya permintaan dari Meksiko tak lepas dari kondisi iklim tropis-subtropis yang membuat nyamuk menjadi persoalan sehari-hari. Sama seperti di Indonesia, masyarakat Meksiko membutuhkan solusi yang praktis dan terjangkau untuk mengusir nyamuk, terutama di kawasan permukiman padat dan daerah beriklim hangat. Di sinilah obat nyamuk bakar Indonesia menemukan kecocokannya.
Produk coil asal Indonesia dikenal efektif, mudah digunakan, dan relatif murah, sehingga mampu bersaing dengan produk sejenis dari negara lain. Selain itu, desain kemasan yang sederhana namun fungsional membuatnya mudah diterima oleh konsumen lintas budaya. Tak hanya Meksiko, obat nyamuk buatan Indonesia juga telah menembus pasar negara lain seperti Italia, Taiwan, Afrika Selatan, hingga sejumlah negara Asia dan Amerika Latin.
Di balik angka ekspor tersebut, terdapat cerita menarik tentang produk sederhana yang justru punya daya jelajah global. Saat banyak industri berlomba mengembangkan teknologi tinggi, obat nyamuk bakar—produk dengan teknologi yang nyaris tak berubah selama puluhan tahun—masih relevan dan dibutuhkan.
Ke depan, pelaku industri menilai peluang ekspor produk ini masih terbuka lebar, terutama ke negara-negara beriklim panas. Tantangannya adalah menyesuaikan produk dengan standar lingkungan dan kesehatan global, seperti mengembangkan varian dengan asap lebih rendah atau berbahan alami, tanpa mengorbankan harga dan efektivitas. (esw)
foto: CNBC Indonesia

Post a Comment