Header Ads

Kadin Kalsel Gaungkan Ekonomi Tangguh Berbasis Ekologi, Dunia Usaha Didorong Jadi Bagian Solusi

MEDIANUSANOW - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Selatan menegaskan pentingnya pembangunan ekonomi yang sejalan dengan perlindungan lingkungan dalam Gathering Awal Tahun 2026 yang digelar pada Rabu (28/1/2026) di RM Pawon Tlogo, Handil Bakti.

Mengusung tema “Melihat Ekonomi 2026 dan Solusi Ekologi untuk Menghindari Bencana di Kalimantan Selatan”, forum ini mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, pengamat tata ruang, aktivis lingkungan, dan pelaku usaha untuk membahas tantangan ekonomi daerah yang kian erat dengan isu krisis ekologis.

Ketua Kadin Kalimantan Selatan, Hj Shinta Laksmi Dewi, mengatakan dunia usaha kerap menjadi pihak yang disalahkan dalam berbagai persoalan lingkungan, termasuk banjir. 

Menurutnya, pendekatan saling menyalahkan tidak akan menyelesaikan masalah. Dunia usaha justru perlu dilibatkan sebagai bagian dari solusi melalui praktik bisnis berkelanjutan, kepatuhan terhadap tata ruang, serta kontribusi nyata dalam pemulihan lingkungan.

“Ke depan, yang dibutuhkan adalah kolaborasi. Dunia usaha tidak bisa berdiri sendiri, tetapi juga tidak bisa terus diposisikan sebagai musuh lingkungan,” ujarnya.

Dari sisi pemerintah, Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Adhi Maulana, menekankan pentingnya pelibatan publik dalam menjaga keseimbangan pembangunan. 

Ia menyebut partisipasi masyarakat dalam pengawasan lingkungan, rehabilitasi ekosistem, edukasi lingkungan, hingga penguatan desa tangguh bencana dan program Kampung Iklim sebagai kunci perlindungan jangka panjang.

Ia menegaskan, pembangunan ekonomi yang kuat harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.

Pandangan akademis disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat, DR Yunani. Ia menilai Kadin memiliki peran strategis sebagai pengarah dunia usaha berkelanjutan, koordinator kolaborasi antarpengusaha, mitra pemerintah daerah, serta advokat kepentingan usaha jangka panjang.

Menurutnya, komitmen tersebut penting untuk membangun dunia usaha yang adaptif, ekonomi daerah yang tangguh, serta lingkungan yang tetap terjaga.

Sementara itu, pengamat tata ruang Eng. Akbar Rahman, menilai kekuatan ekonomi tanpa ekologi yang sehat hanya akan menjadi ilusi. Ia menyebut perencanaan tata ruang sebagai instrumen utama mitigasi risiko ekonomi dan menekankan bahwa pertumbuhan harus dibarengi ketahanan serta keberlanjutan agar tidak memicu krisis baru.

Pandangan kritis disampaikan Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Selatan, Raden Rafiq S.F.W. Ia menilai bencana ekologis di Kalimantan Selatan merupakan dampak kerusakan lingkungan yang bersifat struktural, bukan semata bencana alam. Kerugian ekonomi hingga triliunan rupiah, menurutnya, menunjukkan bahwa model ekonomi ekstraktif justru meningkatkan risiko bagi dunia usaha dan daerah.

“Hutan, daerah aliran sungai, dan tata ruang yang sehat adalah fondasi ekonomi. Transformasi menuju ekonomi berkelanjutan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” tegasnya.

Kegiatan ini menyepakati kesimpulan bahwa ekonomi yang kuat hanya dapat terwujud dengan ekologi yang sehat. Kadin Kalimantan Selatan menyatakan komitmennya untuk mendorong dunia usaha menjadi bagian dari solusi melalui strategi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (mnn)
close
pop up banner