OPINI: DR Iwan Aflanie Sosok Ideal Calon Rektor ULM
Pemilihan Rektor Universitas Lambung Mangkurat tahun 2026 bukan sekadar proses menentukan pejabat akademik, melainkan momentum penting untuk menentukan arah masa depan perguruan tinggi. Di tengah tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks, Universitas Lambung Mangkurat membutuhkan figur yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik, tetapi juga kepemimpinan visioner, integritas moral, kemampuan membangun jejaring, serta rekam jejak pengabdian yang nyata bagi masyarakat. Dalam konteks tersebut, nama DR Iwan Aflanie layak dipandang sebagai salah satu sosok ideal calon Rektor Universitas Lambung Mangkurat.
Oleh: DR Muhamad Pazri SH MH
Direktur Utama Borneo Law Firm & Ketua Yayasan Edukasi Hukum Indonesia (YEHI)
DR Iwan Aflanie, dr., M.Kes., Sp.F., S.H., saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik di Universitas Lambung Mangkurat sejak akhir tahun 2022. Sebelumnya, beliau juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran ULM periode 2020–2024. Kiprah tersebut menunjukkan pengalaman kepemimpinan akademik yang matang serta pemahaman yang mendalam terhadap tata kelola perguruan tinggi.
Sebagai akademisi, beliau memiliki fondasi keilmuan yang kuat dan multidisipliner. Latar belakang sebagai dokter, spesialis forensik dan medikolegal, magister kesehatan, sekaligus sarjana hukum menunjukkan kapasitas intelektual yang lengkap dan relevan dengan kebutuhan kepemimpinan universitas modern. Kombinasi ilmu kedokteran, hukum, dan kesehatan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun tata kelola kampus yang adaptif, progresif, dan berbasis integritas.
Di dunia akademik, DR Iwan Aflanie dikenal aktif dalam pengajaran, penelitian, serta pengembangan ilmu pengetahuan. Kiprahnya di lingkungan Fakultas Kedokteran ULM mencerminkan dedikasi panjang terhadap pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Kalimantan Selatan. Sosok akademisi seperti ini sangat dibutuhkan untuk menjaga marwah universitas sebagai pusat ilmu pengetahuan sekaligus pusat pembentukan karakter generasi bangsa.
Sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik, beliau juga dikenal memiliki perhatian besar terhadap peningkatan mutu pendidikan, penguatan standar akademik, kualitas lulusan, serta prestasi mahasiswa. Pandangan beliau mengenai pentingnya menjaga kualitas indeks prestasi akademik dan mutu lulusan menunjukkan komitmen kuat terhadap pembangunan sistem pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing.
Selain itu, pengalaman beliau sebagai ahli forensik dalam berbagai perkara hukum menunjukkan bahwa DR Iwan Aflanie merupakan figur yang terbiasa bekerja secara objektif, ilmiah, dan berbasis data. Dunia forensik mengajarkan ketelitian, kehati-hatian, independensi, serta keberanian dalam mengungkap kebenaran. Nilai-nilai tersebut sangat penting dimiliki oleh seorang pemimpin universitas, terutama dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme tata kelola kampus.
Di sisi lain, ULM saat ini membutuhkan pemimpin yang mampu menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat. Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi menara gading, tetapi harus hadir sebagai solusi atas persoalan sosial, hukum, kesehatan, lingkungan, dan pembangunan daerah. Dengan pengalaman dan kapasitas yang dimiliki, DR Iwan Aflanie memiliki potensi besar untuk membawa ULM lebih dekat dengan masyarakat serta memperkuat posisi kampus sebagai pusat pengabdian dan inovasi di Kalimantan.
Kepemimpinan universitas juga memerlukan kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor. Dalam era persaingan global, universitas harus mampu menjalin sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga penelitian, organisasi profesi, hingga masyarakat sipil. Rekam jejak Dr. Iwan Aflanie yang aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan profesional menjadi indikator bahwa beliau memiliki kemampuan komunikasi dan jejaring yang baik untuk membawa ULM berkembang lebih maju.
Tentu, menjadi rektor bukan hanya tentang popularitas atau jabatan akademik semata. Yang lebih penting adalah integritas, visi besar, kemampuan manajerial, serta komitmen terhadap kemajuan institusi. Sosok pemimpin kampus harus mampu menjadi teladan moral dan intelektual bagi civitas akademika. Dalam pandangan saya, DR Iwan Aflanie memiliki karakter tersebut.
Siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Rektor Universitas Lambung Mangkurat harus mendapatkan dukungan bersama demi kemajuan universitas dan daerah. Namun, publik akademik tentu berhak menilai dan berharap agar kepemimpinan ULM ke depan berada di tangan figur yang berpengalaman, berintegritas, dekat dengan dunia akademik, serta memahami kebutuhan masyarakat. Dalam banyak aspek tersebut, DR Iwan Aflanie tampil sebagai salah satu sosok calon rektor yang ideal untuk membawa Universitas Lambung Mangkurat menuju masa depan yang lebih unggul, humanis, dan berdaya saing.

Post a Comment