LBH Borneo Nusantara Dorong Santri MA Darul Ilmi Pahami Hukum Sejak Dini
BANJARBARU - Lembaga Bantuan Hukum Borneo Nusantara Banjarbaru–Martapura (LBH BN Bjb–Mtp) mendorong generasi muda memahami hukum sejak dini melalui penyuluhan hukum di Pondok Pesantren MA Darul Ilmi, Banjarbaru, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan bertema “Membangun Generasi Muda Sadar dan Taat Hukum” tersebut menjadi bagian dari program kerja unggulan LBH BN untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman hukum di kalangan pelajar.
Penyuluhan dilaksanakan bekerja sama dengan mahasiswa magang dari STAI Al-Falah Banjarbaru. Kegiatan berlangsung di aula MA Darul Ilmi dan diikuti para santri putra dengan didampingi Kepala Sekolah MA Ponpes MA Darul Ilmi, Noorliani, serta Dosen Pendamping Lapangan STAI Al-Falah Banjarbaru, Nor Fadillah.
Direktur LBH Borneo Nusantara Banjarbaru–Martapura, Ahmadi, mengatakan edukasi hukum kepada generasi muda menjadi semakin penting seiring perkembangan teknologi informasi dan perubahan dinamika sosial.
“Penyuluhan hukum merupakan program kerja unggulan LBH BN. Alhamdulillah, antusias peserta dan sambutan keluarga besar Darul Ilmi sangat luar biasa,” kata Ahmadi.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kali penyuluhan. LBH BN membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dengan pihak sekolah maupun perguruan tinggi dalam memberikan pendidikan dan edukasi hukum kepada generasi muda.
“Harapan ke depannya kolaborasi dapat berjalan baik sehingga pendidikan hukum atau edukasi hukum dapat terus-menerus dilaksanakan karena ini sangat penting untuk generasi muda,” ujarnya.
Ahmadi menegaskan, kesadaran hukum tidak semestinya dibangun hanya karena seseorang takut terhadap sanksi. Pemahaman hukum perlu diarahkan agar generasi muda mengetahui hak dan kewajibannya serta memahami konsekuensi dari setiap tindakan.
Dalam penyuluhan tersebut, Advokat LBH BN Kharis Maulana Riatno, juga memberikan materi mengenai pentingnya membangun kesadaran hukum sebelum seseorang berhadapan dengan persoalan hukum.
“Kesadaran hukum harus dibangun sebelum seseorang berhadapan dengan hukum,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendidikan hukum bagi pelajar tidak cukup hanya dengan mengenalkan pasal maupun ancaman pidana. Pelajar perlu dibekali kemampuan membedakan hak dan kewajiban, memahami batas kebebasan, serta bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.
Menurut Kharis, pemahaman tersebut penting agar hukum tidak dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan, tetapi sebagai instrumen untuk melindungi diri sekaligus menghormati hak orang lain.
Sementara itu, Ketua Yayasan Edukasi Hukum, DR Muhamad Pazri menekankan pentingnya pembekalan hukum bagi generasi muda di tengah perkembangan era digital.
Ia mengingatkan bahwa kemudahan memperoleh informasi dan berkomunikasi melalui teknologi juga menghadirkan risiko baru. Karena itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan memilah informasi, memahami batasan dalam berkomunikasi, serta menyadari konsekuensi dari aktivitas di ruang digital.
Kepala Sekolah MA Ponpes MA Darul Ilmi, Noorliani mengapresiasi penyuluhan yang diberikan LBH BN. Ia menilai pemahaman hukum merupakan bekal penting bagi pelajar dalam menjalani kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren maupun masyarakat.
“Kegiatan penyuluhan hukum ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswi kami karena memberikan wawasan serta pemahaman mengenai hukum dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” katanya.
Dosen STAI Al-Falah Banjarbaru, Nor Fadillah juga mengapresiasi keterlibatan LBH BN sebagai fasilitator bagi mahasiswa yang sedang menjalani program magang.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan hukum yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan penyuluhan hukum ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami bagaimana penerapan ilmu hukum secara nyata di tengah masyarakat, sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak hanya sebatas teori, tetapi juga dapat dikaitkan dengan praktik di lapangan,” jelasnya.
Koordinator Magang Mahasiswa STAI Al-Falah Banjarbaru, Norsyifa, mengatakan kegiatan penyuluhan di MA Darul Ilmi berjalan lancar. Ia berharap kerja sama dengan LBH Borneo Nusantara dapat terus berlanjut melalui kegiatan edukasi hukum bagi pelajar.
Kegiatan tersebut ditutup dengan diskusi bersama peserta. Para santri mendapat kesempatan menyampaikan pertanyaan dan membahas persoalan hukum yang dekat dengan kehidupan generasi muda, termasuk tantangan yang muncul di era digital.

Post a Comment