Jadi Narasumber Youth Boothchamp Dispora Kalsel, DR Muhamad Pazri Singgung Budaya Viral dan Pragmatisme
MEDIANUSANOW — Tokoh muda hukum dan aktivis demokrasi, DR Muhamad Pazri menyoroti mulai lunturnya idealisme generasi muda di tengah kuatnya arus pragmatisme, budaya viral tanpa substansi, serta derasnya disinformasi di media sosial.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Youth Bootcamp Dispora Kalimantan Selatan 2026 di Hotel Roditha Banjarmasin, Sabtu (23/5/2026).
Dalam sesi bertajuk Idealisme Kampus yang Tak Pupus, Perjuangan dari Parlemen Jalanan hingga Mengawal Keadilan & HAM, Pazri menegaskan mahasiswa harus tetap menjaga perannya sebagai moral force dan social control dalam kehidupan demokrasi.
“Idealisme boleh diuji zaman, tetapi jangan sampai pupus. Pemuda harus tetap berani berpikir kritis, bersuara, dan memperjuangkan keadilan,” ujarnya di hadapan peserta.
Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini bukan hanya keberanian turun ke jalan, tetapi juga kemampuan melawan apatisme, hoaks, dan pola pikir instan yang berkembang di era digital.
Dalam pemaparannya, Pazri juga menyinggung sejarah gerakan mahasiswa Indonesia mulai era 1966, peristiwa Malari 1974, hingga Reformasi 1998 sebagai tonggak penting perubahan demokrasi nasional.
Ia menekankan gerakan mahasiswa modern harus dibangun di atas fondasi kajian ilmiah, data yang kuat, integritas moral, serta keberpihakan terhadap masyarakat.
Forum berlangsung interaktif dengan pembahasan seputar korupsi, ketimpangan hukum, kebebasan berpendapat, hingga tantangan demokrasi di media sosial.
Youth Bootcamp Dispora Kalsel 2026 digelar selama 21–23 Mei dan diikuti pemuda serta mahasiswa dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan sebagai bagian dari program penguatan karakter, kepemimpinan, dan kapasitas kepemudaan. (mnn)

Post a Comment