Header Ads

Legislator Minta Pemerintah Waspadai Fuel Surcharge di Tengah Ancaman Kenaikan Tiket Pesawat

MEDIANUSANOW - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Edi Purwanto, meminta pemerintah berhati-hati dalam menerapkan kebijakan fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar penerbangan di tengah potensi kenaikan harga tiket pesawat domestik akibat naiknya harga avtur.


Edi menilai kenaikan harga avtur memang berdampak terhadap biaya operasional maskapai penerbangan. Namun, menurutnya, pemerintah tidak boleh membiarkan seluruh beban operasional tersebut langsung dialihkan kepada masyarakat melalui kenaikan harga tiket.

“Kalau memang ada kenaikan biaya operasional akibat harga avtur, pemerintah harus memastikan hitungannya terbuka. Jangan sampai fuel surcharge ini justru menjadi ruang bagi kenaikan tiket yang berlebihan,” kata Edi Purwanto dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Anggota DPR RI dari Komisi V yang membidangi infrastruktur dan transportasi itu meminta Kementerian Perhubungan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penetapan fuel surcharge agar lebih transparan dan proporsional.

Menurutnya, kebijakan tambahan biaya bahan bakar tetap harus mempertimbangkan daya beli masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih membutuhkan dukungan pemulihan.

“Jangan sampai setiap kali biaya operasional naik, masyarakat selalu menjadi pihak pertama yang menanggung bebannya. Pemerintah harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri penerbangan dan kemampuan masyarakat,” ujarnya.

Edi juga meminta Kementerian Perhubungan memperketat pengawasan terhadap maskapai penerbangan agar penerapan fuel surcharge tidak dijadikan alasan untuk menaikkan harga tiket secara tidak wajar.

Ia menegaskan transportasi udara memiliki peran penting dalam menjaga konektivitas antarwilayah di Indonesia, khususnya bagi daerah kepulauan, kawasan Indonesia timur, dan wilayah terpencil yang sangat bergantung pada akses penerbangan.

Karena itu, Edi meminta Kementerian BUMN bersama PT Pertamina menjaga stabilitas pasokan dan harga avtur di seluruh bandara di Indonesia guna mencegah lonjakan harga tiket pesawat.

Selain itu, ia juga meminta perhatian khusus terhadap daerah dengan biaya distribusi tinggi agar tidak terjadi ketimpangan harga avtur yang berujung pada mahalnya tarif penerbangan di daerah tertentu. (mnn)

Foto ilustrasi: Liputan6.com/Andri Wiranuari
close
pop up banner